Analysis of The Cost and The Selling Price of Rice Husk Briquette Machines

Endiyani Endiyani, Irhami Irhami, Geta Ambartiasari, Yaumi Safar

Abstract


Abstract

The purpose of this study was to analyze the cost of the process making charcoal briquettes molding machine rice husk and to determine the selling price ofthe machine is manufactured. The research method used was a method of exploration. To analyze the costs and the Selling Price analysis tool was used the Total Cost (Fixed Costs and Variable Costs), Selling Price, Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) and Return Of Investment (ROI). The results showed that the production costs incurred in the manufacture of charcoal briquettes making machine rice husk was IDR. 4.306 million, - the sale price obtained for IDR 5.167 million. Making the printer engine rice husk charcoal briquettes are eligible to run for the value of B/C Ratio> 1 is 1.2. ROI value of a business making rice husk briquette machine was 20% meaning that every IDR.1,00, - capital employed will generate a profit of IDR.20, -.

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya yang dikeluarkan dari proses pembuatan mesin pencetak briket arang sekam padi serta dapat menentukan harga jual dari mesin yang diproduksi. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi. Untuk menganalisis biaya dan harga jual, maka alat analisis yang digunakan adalah Total Biaya ( Biaya Tetap dan Biaya Variabel), Harga Jual, Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) dan Return Of Invesment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan pada pembuatan mesin pencetak briket arang sekam padi adalah sebesar Rp. 4.306.000,- dengan harga jual yang diperoleh sebesar Rp 5.167.000. Pembuatan mesin pencetak briket arang sekam padi layak untuk dijalankan karena nilai B/C Ratio> 1 yaitu 1,2. Nilai ROI usaha pembuatan mesin pencetak briket sekam padi adalah 20%. artinya setiap Rp.1,00,- modal yang digunakan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp.20,-.


Full Text:

PDF

References


Ahvalina I, 2016. Analisis Biaya, Volume dan Laba pada Hotel Grand Sawit di Samarinda. Jurnal Adm Bisnis 4(2): 452-466.

Amsyah dan Zulkifli. 2003. Manajemen Sistem Informasi. PT. Gramedia. Pustaka. Jakarta.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT). 2014. Outbook Energi Indonesia 2014, pusat Teknologi pengembangan sumber daya Energi BPPT, Jakarta.

Hambali, E. 2007. Teknologi Bioenergi. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Mulyadi 2005. Akuntansi Biaya. Edisi Kelima. UPPAMP YKPN. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Nurmalina R, Sarianti T, Karyadi A. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Departemen Agribisnis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Pari, G. 2002. Teknologi Alternatif Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu. Makalah M.K. Falsafah Sains. Program Pascasarjana IPB. Bogor.

Rahim A., Hastuti, D.R.D. 2007. Ekonomi Pertanian (Pengantar, Teori, dan Kasus). PT Penebar Swadaya. Jakarta.

Taufik. 2010. Analisis Pendapatan Usahatani dan Penanganan Pasca Panen. Balai Pengkajian Pertanian. Sulawesi Selatan.

Syamsiro M. 2016. Peningkatan Kualitas Bahan Bakar Padat Biomassa Dengan Proses Densifikasi dan Torrefaksi.Jurnal Mek. Sist. Termal Vol 1 (1) 6: 7-13.

Tim Penulis Penebar Swadaya. 2008. Agribisnis Perikanan Edisi Revisi. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta. 84 hlm.

Yulinda, E. 2012. Analisi Finansial Usaha PembenihanIkan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Di Kelurahan Lembah Sari Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Provinsi Riau.Jurnal Perikanan dan Kelautan 17 (1) : 38-55.

Wakur, Rawung,Molenna dan Ludong, 2015 .kompor biomassa menggunakan bahan bakar kayu cengkeh (Syzygium aromatium (L.) Merr) Sebagai Sumber Energi. Jakarta.


Refbacks



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License  

Copyright© 2016-2017 | ISSN: 2579-4973

Jl. Bandara Iskandar Muda Km 12 Desa Cot Suruy,

Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar 23372

Telp: (0651) - 34492 Fax: (0651) - 34492

Email: info@poliven.ac.id